Anisa, itulah namanya. Nama yang diberikan oleh
kedua orang tuanya sejak ia lahir pada 23 Maret 1997. Ia lahir dari keluarga
sederhana. Ayahnya bernama Abdullah, bekerja sebagai petani. Ibunya bernama
Khadijah, bekerja sebagai karyawati disebuah perusahaan kue terkenal yang ada
di kampungnya (Jl. Trans Sulawesi, Kec. Tikke Raya)
Anisa
adalah anak yang baik dan penurut bagi kedua orang tuanya. Ia salah satu siswa
yang berprestasi di Sekolahnya (SMAN 1 Pasangkayu). Namun sejak usia 17 tahun
Anisa mulai mengenal yang namanya cinta. Untuk pertama kalinya Anisa dikenalkan
oleh temannya dengan seorang cowok yang bernama Dierlhy. Seorang laki-laki dari
jurusan lain yang ada di Sekolahnya. Awalnya Anisa tidak terlalu merespon
tingkah lelaki itu. Namun cara demi cara dilakukan Dierlhy untuk merebut hati
Anisa. Usaha yang dilakukan Dierlhy pun tidak sia-sia.
Hari
demi hari dilalui oleh kedua sejoli ini. Awalnya mereka hanya menjalin sebuah
hubungan saja tanpa ada istilah ketemu karena keduanya masih malu-malu. Setelah
menjalin hubungan selama 3 bulan, hubungan ini mulai dibutakan oleh cinta. Demi
Dierlhy Anisa rela mengikuti kepercayaannnya. Bahkan Anisa kabur dari rumahnya
demi untuk DIerlhy. Usaha demi usaha dilakukan orang tuanya agar Anisa bisa
kembali dan berkumpul lagi dengan keluarganya.
Suatu
hari, ayah Anisa masuk rumah sakit karena beliau mengidap penyakit jantung yang
akhir-akhir ini sering kambuh semenjak Anisa pergi meninggalkan rumah. Hari demi hari penyakit ini semakin
parah dan dokter menvonis bahwa umur beliau tidak akan lama lagi karena
penyakitnya sudah berada pada tahap stadium empat. Sebelum beliau pergi, beliau
punya 1 permintaan yang sangat dia harapkan yaitu bertemu dengan anaknya Anisa.
Namun permintaan itu tidak bisa tercapai karena keluarga tersebut sudah hilang
kontak dengan Anisa.
Dibalik
sebuah hubungan tak selamanya akan berjalan dengan mulus. Manisnya percintaan
sudah dirasakan Anisa terlebih dahulu dan sekarang pahit itulah yang dating
menghampirinya. Setelah melihat tingkah laku Dierlhy yang semakin hari semakin
berubah. Dierlhy selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan dan Anisa semakin
terlupakan.
Anisa sering ditinggal sendiri selama
beberapa hari tanpa ada kabar dari Dierlhy. Dibalik kesendirian itu ia sadar
akan kerinduannya terhadap orang yang telah merawat dan membesarkannya yaitu
kedua orang tuanya. Waktu demi waktu rasa itu semakin menghantuinya dan
akhirnya Anisa memutuskan untuk pulang dan meninggalkan Dierhy yang tak
memperdulikannya lagi. Sesampain di rumahna ia mendapati rumahnya yang berbeda
dengan kondisi yang dulu. Rumah ysng dulu bersih, indah, dan sejuk, sekarang
terbalik. Sekarang rumah itu tak terurus lagi dan tak layak huni. Dan lebih
sedihnya lagi, Anisa mendapatkan ibunya didalam rumah dalam kondisi dipasung.
Dan menurut tetangganya, semenjak kematian bapa Anisa, Ibu Khadija menjadi
tidak waras dan sering mengganggu masyarakat sekitar. Jadi warga setempat
memutuskan untuk mengamankan ibu Khadija dengan cara memasungnya.
Mendengar semua itu, Anisa merasa sangat
terpukul. Ia menyadari bahwa selama ini ia telah dibutakan oleh cintadan
mengabaikan kedua orang tuanya yang telah merawat dan membesarkannya.
Semenjak itu, Anisa memutuskan untuk
bertaubat dan kembali ke karakter Anisa yang dulu, walaupun sang ayah tak dapat
dikembalikan lagi. Anisa kembali ke agamanya yang dulu dan berniat untuk
menjadi muslimah sejati. Salah satunya merubah penampilannya menjadi wanita
muslimah dengan jilbab syar’I yang melekat ditubuhnya. Masya Allah:’):’)
*Tulisan ini dibuat sebagai salah satu syarat
mengikuti Training Literasi HMJ PPKn FIS UNM tanggal 14 November 2015. Yang
dibuat oleh Fitriani, Mahasiswa Jurusan PPKn FIS UNM angkatan 2015 (Justice
015)
